Blog EntryRe: Suami saya bule ...so what ?Nov 14, '05 10:03 AM
for everyone

Beberapa hari yang lalu saya menerima message di Friendster dari seorang teman lama yang dulu sekantor di Jakarta. Awalnya hati senang karena sudah lama nggak dengar kabar dari dia. Sehari setelah saya balas message-nya itu, muncullah pesan yang bikin kening sedikit berkerut.

"Wah enak yeee.....di NY tinggal dimane loe ?
Visanya gimana ? 5 years multiply entry ?
kapan neh balik Indo ? hehehehehehehehe green card
dong khan suami loe org sono hehehehehe"

Walaupun baru menjalani kehidupan rumah tangga selama 2 bulan setelah masa pacaran setahun, isi pesan di atas rasanya sedikit kelewatan (or maybe I'm just being overly sensitive). Kaget...karena komentar itu datangnya dari teman kantor yang sebelumnya lumayan dekat. Sampai saat ini message itu masih 'nangkring' di Inbox karena rasanya speechless.

Secara kebetulan saya 'menemukan' tulisan Shinta & Monica. Membaca tulisan mereka membuat hati tergerak untuk 'curhat' karena ternyata hampir semua perempuan Indonesia yang bersuamikan warga negara asing mengalami hal yang sama. Tragis...

Sebelum menikah, saya sudah sadar betul tentang labelling yang beredar mengenai perempuan Indonesia yang berhubungan dengan 'bule' (sesuai istilah pasaran). Bahkan jauh sebelum saya kenal dengan suami omongan-omongan miring itu sering saya dengar tapi sebelumnya tidak pernah saya ambil pusing  karena dalam hati saya selalu berpikiran selama keluarga (khususnya orang tua) tidak protes atau merasa terganggu bodo amat dengan omongan-omongan itu. Memang ada masa-masa di mana hal itu bikin hati panas seperti yang terjadi di Planet Hollywood beberapa tahun yang lalu saat saya dan teman-teman kantor makan malam bersama. Tidak disangka saya berpapasan dengan seorang mantan pacar yang notabene warga negara Australia. Berhubung sudah lama tidak bertemu, si mantan menghampiri saya just to say hi. Shook hands plus cium pipi buat saya biasa tapi mungkin sedikit too much buat teman-teman kantor. Setelah si mantan pergi, salah seorang teman berkomentar "Mantan lu Reen? Apa gak takut dikatain ayam?". Bagaimana hati tidak panas kalau komentar sedangkal itu keluar dari teman sendiri? Saya hanya bisa menjawab "Apa lu nggak bisa nilai sendiri mana yang ayam mana yang bukan?" Mungkin nada bicara saya sudah sedikit meninggi sehingga salah seorang sahabat menendang kaki saya di bawah meja dengan harapan saya tidak terbawa emosi (maklum Ambon! LOL).

Berhubung dulu pekerjaan saya di apartment bintang lima membuat saya dan teman-teman sekantor sudah terbiasa melihat pemangsa-pemangsa 'bule' berkeliaran dan bahkan memperlakukan kami dengan angkuh, tidak berarti semua teman-teman saya bisa membedakan antara mereka dan perempuan baik-baik yang kebetulan berjodoh dengan pria asing. Kadang-kadang saat 'curhat' dengan sahabat-sahabat dekat, saya sering menyesalkan tingkah laku 'mereka' yang terlalu over-acting, dressed like they just got out of "Bats" alias kurang bahan, dll...yang membenarkan pelabelan dari masyarakat dan bagaimana hal-hal kecil seperti itu membuat masyarakat memandang semua perempuan Indonesia yang berpacaran atau bersuamikan pria asing sama saja. Tidak semua orang bisa atau mau membedakan antara perempuan baik-baik dan bukan. Tidak berarti saya mau angkuh atau menghakimi, tapi karena saya grew up in a small mining town  where there were lots of these girls around, saya jadi terbiasa & lebih bisa membedakan mana yang benar-benar 'love' dari yang hanya 'lust & money'. 

Itu hanya segelintir perlakuan 'hantam kromo' yang harus saya terima sehubungan dengan pilihan 'mengencani' pria-pria yang bukan warga Indonesia sebelum saya menikah. Tidak sedikit yang bertanya "Emangnya udah nggak ada cowok Indo yang bener?". Well...pertanyaan seperti itu lebih banyak keluar dari mulut orang-orang yang tidak mengenal saya pribadi secara mendalam dan saya selalu merasa itu hal yang terlalu pribadi untuk diumbar-umbar. Why should I justify my choices in life to anyone but God? Bukan saya tidak pernah berpacaran dengan pria Indo...oh pernah! Buat saya, tidak perduli warna kulitnya seperti apa yang paling penting warna hati orang itu...Disakiti pria lokal dan pria 'bule' pun pernah kok saya alami. Jadi urusan pilihan hati tidak hubungannya dengan warna kulit!

Sekarang status bersuamikan 'bule' memang membawa komentar-komentar yang kadang bikin hati sebal. "Suami lu kan bule"...dll. Kulitnya memang putih tapi kalau mengutip lirik band rock di Indonesia yang sempat populer "Bule juga manusia" (aslinya: rocker juga manusia...). Suamiku juga manusia dengan segala permasalahan hidup yang manusiawi banget. Pergumulan kehidupan rumah-tangga kami juga manusiawi, hanya saja bedanya suami datang dari latar belakang budaya yang berbeda. Menikah dengan bule juga bukan lantas kami punya pohon duit di belakang rumah.

Saat suami datang melamar di Jakarta, dia juga sadar banyak mata menatap dari ujung rambut hingga ujung kaki bahkan pandangan menghakimi yang kami terima. Terus terang saya tidak terlalu memperdulikan 'staring'-an itu karena saya merasa tidak berpakaian minim atau berkelakuan over-acting. Tapi tentu saja suami yang tidak begitu paham mengenai pelabelan itu harus saya beri pengertian and Thanks God, suami bisa memahami paradigma yang beredar dengan satu syarat..."As long as they don't say anything rude infront of my face about us..." hahaha.

One thing I learn from all this...Tidak mungkin merubah cara pandang masyarakat yang terlanjur berkonotasi negatif tapi saya jadi makin sadar bahwa masih akan ada (mungkin lebih) omongan-omongan dan komentar-komentar seperti yang saya terima dari ex-teman kantor itu di masa depan. Yang paling penting orang tua tahu siapa saya yang sebenarnya dan mereka tidak pernah menghakimi. I'll just keep being my self and others may judge me the way they wanted to. The real judgement doesn't come from them!


59 CommentsChronological   Reverse   Threaded
shintatr wrote on Nov 14, '05
I know it hurts when it comes from friends that we think know us better. Unfortunately, you will recieve few messages like that in the future before it dies down. Oyen, gue belum ketemu muka ama keluarga besar bokap and nyokap setelah married karena belum ada rencana ke Malang, tapi sebelum itu mereka udah tahu waktu kita pacaran. Terus terang kepingin tahu juga komentar mereka kalau udah ketemu muka. It could be something hurtful, or something positive, I don't know. Bring it on. :) I'm more than ready with answers too.
It does not bother me as much anymore (about the comments), but somehow I'm still struggling convincing my husband to go with me to Indonesia ...ha...ha...ha... Nyalinya udah ciut aja setelah denger bom sana-sini.
Good luck girl. You'll have more stuffs to worry than just comments from your old acquaintances.
mjrohn wrote on Nov 14, '05
I know it hurts when it comes from friends that we think know us better. Unfortunately, you will recieve few messages like that in the future before it dies down. Oyen, gue belum ketemu muka ama keluarga besar bokap and nyokap setelah married karena belum ada rencana ke Malang, tapi sebelum itu mereka udah tahu waktu kita pacaran. Terus terang kepingin tahu juga komentar mereka kalau udah ketemu muka. It could be something hurtful, or something positive, I don't know. Bring it on. :) I'm more than ready with answers too.
It does not bother me as much anymore (about the comments), but somehow I'm still struggling convincing my husband to go with me to Indonesia ...ha...ha...ha... Nyalinya udah ciut aja setelah denger bom sana-sini.
Good luck girl. You'll have more stuffs to worry than just comments from your old acquaintances.
You're right Shinta, these things will come & goes. Hopefully I will grow to learn to deal with it better in times. Hopefully your time to face your family in Malang with your husband will come soon. I could understand with all the 'bad images' showing about Indonesia, it takes courage to go there especially for people who never been there. Semoga aja bisa cepet mudik dan semoga komentar keluarga nggak akan hurtful yah. Take care Shinta! Oh btw, for now I'm more worrying about what to cook for dinner tonight than that message I got hahahaha.
yuliakarl wrote on Nov 14, '05
ha ha ha....memang, hidup ini kalo di analisa tambah ruwet, take it easy ajah....orang boleh komentar dan me-label kita apa saja, kita mensikapinya dengan positive. Saya rasa komentar yg miring2 kayak gitu'kan datengnya dari orang yg "miring" juga, he he he he.....hidup ini terlalu indah untuk diusik oleh gunjingan dari orang2 yg tidak tidak bertanggung jawab.

Miss ya girl!!!


madamekimmy wrote on Nov 15, '05
hi & greetings, salam kenal.
Its best to just ignore those people that have 'tunnel vision' alias berpikiran picik towards 'Mrs. Bule', kadang kala bukan hanya 'orang awam' yg menghakimi si mrs.bule - bahkan sesama mrs. bule juga begitu. Anggap aja angin lalu, masuk kuping kiri keluar kuping kanan.
mjrohn wrote on Nov 15, '05
ha ha ha....memang, hidup ini kalo di analisa tambah ruwet, take it easy ajah....orang boleh komentar dan me-label kita apa saja, kita mensikapinya dengan positive. Saya rasa komentar yg miring2 kayak gitu'kan datengnya dari orang yg "miring" juga, he he he he.....hidup ini terlalu indah untuk diusik oleh gunjingan dari orang2 yg tidak tidak bertanggung jawab.

Miss ya girl!!!


Hahaha iya Yul...gw juga berusaha cuek bebek sambil mikir "Sirik tanda burik!!!" LOL. How have you been girl? Thanks for stoppin' by & reminded me there's more to life than those negativity from others.

Miss ya too! Mwaaah!!!
mjrohn wrote on Nov 15, '05
hi & greetings, salam kenal.
Its best to just ignore those people that have 'tunnel vision' alias berpikiran picik towards 'Mrs. Bule', kadang kala bukan hanya 'orang awam' yg menghakimi si mrs.bule - bahkan sesama mrs. bule juga begitu. Anggap aja angin lalu, masuk kuping kiri keluar kuping kanan.
Hi juga Mbak Kimmy, salam kenal dari Maureen. Makasih buat sarannya. Bener banget tuh ada juga kok "Mrs.bule" yg nge-judge (ugh!) sangking sebelnya aku dah nggak mau masukin kuping sama sekali hahahaha. Have a nice day! G'day!
imeii wrote on Nov 15, '05
kita kayaknya kejepit di tengah2 deh 'yen, dinegeri sendiri diomongin baik miring maupun yg positip, disini juga diomongin, kita pernah ngobrol ama temen si abang ttg Asian women yg married ama Americans, katanya kebanyakan bule2 yg mau married ama kita2 krn kita ini lebih obedient, lebih gampang diatur dan manut2 aja, lha kok....dan sebaliknya asians mau maried ama americans krn mau nyari kehidupan yg lebih baik dan anggapan mereka tuh kita2 mau morotin hartanya aja dgn istilah "dollar goes further to her family", ini juga penghinaan yg hantam kromo, padahal ngga semuanya begitu kan.....
sabar aja 'yen, semuanya terpulang pada diri kita sendiri, no body is perfect, yg ngomongin baiknya ngaca dulu, yg diomongin juga kudu intropeksi diri, emang resep 'cuek bebek' lah yg paling mujarab
mjrohn wrote on Nov 17, '05
imeii said
kita kayaknya kejepit di tengah2 deh 'yen, dinegeri sendiri diomongin baik miring maupun yg positip, disini juga diomongin, kita pernah ngobrol ama temen si abang ttg Asian women yg married ama Americans, katanya kebanyakan bule2 yg mau married ama kita2 krn kita ini lebih obedient, lebih gampang diatur dan manut2 aja, lha kok....dan sebaliknya asians mau maried ama americans krn mau nyari kehidupan yg lebih baik dan anggapan mereka tuh kita2 mau morotin hartanya aja dgn istilah "dollar goes further to her family", ini juga penghinaan yg hantam kromo, padahal ngga semuanya begitu kan.....
sabar aja 'yen, semuanya terpulang pada diri kita sendiri, no body is perfect, yg ngomongin baiknya ngaca dulu, yg diomongin juga kudu intropeksi diri, emang resep 'cuek bebek' lah yg paling mujarab
Aduuuh Mpo Mei...so sorry to hear that yah. Emang kadang-kadang nge-judge itu terlalu gampang ya tanpa mau mengenal kita dulu. Bener banget tuh Mpok, resep 'cuek bebek' yg ampuh! Makasih ya Mpo buat masukannya. Luv ya!
younee wrote on Nov 18, '05
i'm speechless say..hhehehe.. nurut aja seperti kata Shinta.. ga usah diambil pusing. toh yg ngejalanin kita ini. biar kan saja orng mau bilang apa hanya TUhan yg tahu . ( dah kayak syair lagu ya Yen hehe)
just so you know.. You are not alone.

hugs and kisses,
Yuni
conditfamily wrote on Nov 27, '05
Oyen,...Just ignore it that;s all...Some people live in indonesia, they don't know what they are talking about...They like to judge indonesian woman married / walking with Foreigner as negative thinking in their mind...They just waste their time !!...
mjrohn wrote on Dec 13, '05
younee said
i'm speechless say..hhehehe.. nurut aja seperti kata Shinta.. ga usah diambil pusing. toh yg ngejalanin kita ini. biar kan saja orng mau bilang apa hanya TUhan yg tahu . ( dah kayak syair lagu ya Yen hehe)
just so you know.. You are not alone.

hugs and kisses,
Yuni
Thanks Yun...iya skarang gw sih cuek bebek aja deh hehehehe diladenin juga nggak ada untungnya buat gw kok. Btw, how have you been? Take care girl! Miss chatting with you :)

mjrohn wrote on Dec 13, '05
Oyen,...Just ignore it that;s all...Some people live in indonesia, they don't know what they are talking about...They like to judge indonesian woman married / walking with Foreigner as negative thinking in their mind...They just waste their time !!...
Thank you jeng Vera. Agree with you & I'm not gonna waste my time dealing with those kinds of people. :)
inangiris wrote on Feb 21, '06
I know it hurts when it comes from friends that we think know us better. Unfortunately, you will recieve few messages like that in the future before it dies down. Oyen, gue belum ketemu muka ama keluarga besar bokap and nyokap setelah married karena belum ada rencana ke Malang, tapi sebelum itu mereka udah tahu waktu kita pacaran. Terus terang kepingin tahu juga komentar mereka kalau udah ketemu muka. It could be something hurtful, or something positive, I don't know. Bring it on. :) I'm more than ready with answers too.
It does not bother me as much anymore (about the comments), but somehow I'm still struggling convincing my husband to go with me to Indonesia ...ha...ha...ha... Nyalinya udah ciut aja setelah denger bom sana-sini.
Good luck girl. You'll have more stuffs to worry than just comments from your old acquaintances.
Dear Oyen en Shinta, sama gw juga ngalamin hal yg sama baik dari teman dekat ampe keluarga, yg paling bikin sakit ati malah justru keluarga dekat, asal buka mulut doang waktu gw telpon pas Natalan tahun lalu..... "kirimin gw tiket dunks kan laki elo bule "?????? "kan gaji laki elo dollar coba dirupiahin kan gede ?????" ya ampun dikata kita gak makan en bayar rent kali disini yah... trus tahun lalu laki gw yg inisiatif kirim kartu natal, ehhh.....dibaca doang en gak dibaw pulang, padahal gw kasih atu2 perkeluarga bo!!! gw cuman bisa ngelus dada Yen.

Akhirnya nyokap gw saking kesel en gondoknya saranin ke kita "next time gak usah ngirim2 kartu lagi kemereka". Gw en suami kan pengennya tuh terus ngejalin silaturahmi ama mereka2 malah ditanggepin gitu, akhirnya cuman bikin malu gw doang didepan suami gw.

Sorry nih Yen en Shinta jadi rada curhat :) :) gw cuman pengen share dikit nih, who knows ada omongan miring juga dari pihak keluarga jadi elo yah rada maklum yah ^_^ miss you @};-
myerin wrote on Mar 14, '06
yen kalo gue mah suami saya bule so..... siap siap jadi babu, supir, , tukang kebun , ...sgala macam jabatan diborong semua =))
mjrohn wrote on Mar 15, '06
Dear Oyen en Shinta, sama gw juga ngalamin hal yg sama baik dari teman dekat ampe keluarga, yg paling bikin sakit ati malah justru keluarga dekat, asal buka mulut doang waktu gw telpon pas Natalan tahun lalu..... "kirimin gw tiket dunks kan laki elo bule "?????? "kan gaji laki elo dollar coba dirupiahin kan gede ?????" ya ampun dikata kita gak makan en bayar rent kali disini yah... trus tahun lalu laki gw yg inisiatif kirim kartu natal, ehhh.....dibaca doang en gak dibaw pulang, padahal gw kasih atu2 perkeluarga bo!!! gw cuman bisa ngelus dada Yen.

Akhirnya nyokap gw saking kesel en gondoknya saranin ke kita "next time gak usah ngirim2 kartu lagi kemereka". Gw en suami kan pengennya tuh terus ngejalin silaturahmi ama mereka2 malah ditanggepin gitu, akhirnya cuman bikin malu gw doang didepan suami gw.

Sorry nih Yen en Shinta jadi rada curhat :) :) gw cuman pengen share dikit nih, who knows ada omongan miring juga dari pihak keluarga jadi elo yah rada maklum yah ^_^ miss you @};-
Mey, sorry baru bales ya. Kalo gw sih biar ke keluarga deket juga sekarang modalnya masuk kuping kiri langsung dimentalin lagi ke luar hehehehe alias cuek bebek. Yang penting elu masih ada attention buat kirim-kirim kartu Natal, etc. Sabar ya Mey.
mjrohn wrote on Mar 15, '06
myerin said
yen kalo gue mah suami saya bule so..... siap siap jadi babu, supir, , tukang kebun , ...sgala macam jabatan diborong semua =))
Hey centils...ho oh bener banget ya. Namanya juga TKW bwahahahahha.
dayangabraham wrote on Apr 3
ikut komentar yaaa..

Kalau aku yang jelas paling BT kalau ada yang bilang 'Oh, pantes aja suaminya bule sih, anaknya lucu...'

Lho...yg bikin anak lucu (ALhamdulillah kalau lucu..), bukan cuma pihak bulenya dweh, pihak Indonesia nya juga bukan???
Sadar gak sih, kalau komentar seperti ini kesannya koq jadi ngerendahin diri mereka sendiri (orang Indonesia)......
mjrohn wrote on Apr 6
ikut komentar yaaa..

Kalau aku yang jelas paling BT kalau ada yang bilang 'Oh, pantes aja suaminya bule sih, anaknya lucu...'

Lho...yg bikin anak lucu (ALhamdulillah kalau lucu..), bukan cuma pihak bulenya dweh, pihak Indonesia nya juga bukan???
Sadar gak sih, kalau komentar seperti ini kesannya koq jadi ngerendahin diri mereka sendiri (orang Indonesia)......
Hehehe itu dia kadang2 komentar2 orang kita tuh suka nggak pake mikir dulu apa bakalan nyakitin perasaan atau enggak. Saya juga sempet 'kena' komentar mirip2 seperti itu waktu pulang tahun lalu Mbak, tapi ya saya balikin lagi "Kalo bukan karena gen ibunya bagus ya tetep aja anaknya nggak cakep" hihihihihi.

Thanks for sharing yah Mbak.
bettyboop37 wrote on Apr 6
myerin said
yen kalo gue mah suami saya bule so..... siap siap jadi babu, supir, , tukang kebun , ...sgala macam jabatan diborong semua =))
Salam kenal ya......
Sering aku denger kata2 seperti yg mba katakan... kerjakanlah semua itu dengan ikhlas dan penuh cinta....InsyaAllah semua itu akan membuat kita bahagia....mengurus rumah tangga, mengurus anak and suami itu adalah ibadah....sebagai istri... niscaya suami jadi semakin cinta...dan rumah tangga andapun jadi bahagia.
mjrohn wrote on Apr 6
Salam kenal ya......
Sering aku denger kata2 seperti yg mba katakan... kerjakanlah semua itu dengan ikhlas dan penuh cinta....InsyaAllah semua itu akan membuat kita bahagia....mengurus rumah tangga, mengurus anak and suami itu adalah ibadah....sebagai istri... niscaya suami jadi semakin cinta...dan rumah tangga andapun jadi bahagia.
Mbak, salam kenal kembali.
Maksudnya Maya teman saya ini sebenernya lebih ditujukan untuk mereka-mereka yang hanya berpikir kalau menikah dengan bule itu penuh glamor & semuanya indah & enak2 aja. Saya tau betul Maya sangant ikhlas menjalankan semua itu & dia memiliki keluarga yang bahagia (I can assure you of that!). Memang kadang2 kita suka bercanda dengan memakai istilah 'babu, supir, dll' & itu hanya sekedar becanda bukan berarti kami-kami ini mengeluh & tidak menjalaninya dengan sepenuh hati. ^_^
mindyjordan wrote on Apr 6
mjrohn said
Yang paling penting orang tua tahu siapa saya yang sebenarnya dan mereka tidak pernah menghakimi. I'll just keep being my self and others may judge me the way they wanted to. The real judgement doesn't come from them!
ini emang prinsip gw Yen dari dulu. selama orang tua ga komplen, so what gituh loh.. yg tau qta itu kan hanya qta, ortu dan temen² deket. yang lainnya mao ngomong apa, sabodo ahmad.

tapi emang ada asep karena ada api. banyak orang punya pikiran negatif sama wanita² Indonesia yang nikah sama pria asing, karena banyak juga yg aneh. dan juga jadi susah buat diapus.
indythur wrote on Apr 6
punya istri bule capek lagi, jembatani perbedaan kultur, budaya, bahasa buat beberapa orang, jadi capek ahh ngurusin omongan orang, mending ngurusin rumah tangga sendiri aja deh. Klo orang nanya atau ngomong yg aneh2... mind your own mind business!! Take care Oyen darling....
mjrohn wrote on Apr 6
tapi emang ada asep karena ada api. banyak orang punya pikiran negatif sama wanita² Indonesia yang nikah sama pria asing, karena banyak juga yg aneh. dan juga jadi susah buat diapus.
Exactly Mindy! Yang aneh2 itu yg bikin image mix marriages suka jadi jelek karena banyak orang lebih milih jalan gampang (baca: hantam kromo) dalam menilai wanita2 Indonesia yg lain yg 'kebetulan' berjodoh sama pria asing. Gw kadang suka expecting too much kali yah makanya suka kesel juga kalo udah denger komen2 negatif tapi sejak tinggal di sini komen2 kayak gitu nyaris nggak pernah denger. Nggak tau deh gimana ntar kalo tinggal di China & Jakarta. Sigh!
smileybear74 wrote on Apr 6
aku juga sami mawon say, but who cares... i care about my family than those people who talk about my family...so go oyen...
mjrohn wrote on Apr 6
punya istri bule capek lagi, jembatani perbedaan kultur, budaya, bahasa buat beberapa orang, jadi capek ahh ngurusin omongan orang, mending ngurusin rumah tangga sendiri aja deh. Klo orang nanya atau ngomong yg aneh2... mind your own mind business!! Take care Oyen darling....
The grass is always greener on the other side bisa di terapin kali yah Indy soalnya until they're in our shoes they'd never know how living in a totally different country with different cultures really is. Thanks for sharing your thoughts on this issue Indy sayang & take care yah! Hope you'll get better soon!
mjrohn wrote on Apr 6
aku juga sami mawon say, but who cares... i care about my family than those people who talk about my family...so go oyen...
You go Nin! Now I'm more 'tough' when it comes to those comments compare to the first time I experienced it (ini blog nulisnya taon 2005 say hehehehe). But I'm sure I will be tested again once we live in China or stays in Jakarta.
hissiy wrote on Apr 6
Adduuhh jeng Oyeenn... biarkan anjing menggongong org kece berlalu..ha..ha..ha jgn ambil pusing jeng Oyen, yg menajalankan kita biar aja mrk mau ngomong segala macem yg penting niat kita baik drpd org yg munafik... cape deeehh
yg penting kita punya keluarga yg mencintai kita dan sahabat2 yg care sama kita.. tul nggak jeng Oyen...
mjrohn wrote on Apr 6
hissiy said
Adduuhh jeng Oyeenn... biarkan anjing menggongong org kece berlalu..ha..ha..ha jgn ambil pusing jeng Oyen, yg menajalankan kita biar aja mrk mau ngomong segala macem yg penting niat kita baik drpd org yg munafik... cape deeehh
yg penting kita punya keluarga yg mencintai kita dan sahabat2 yg care sama kita.. tul nggak jeng Oyen...
Tul banget Jeng! Seratus buat dikau. Anjing menggonggong orang kece nyambit aje ape? Bwahahahahaha. Asli gw ngakak baca komen lu Jeng. Ini sebenernya blog taon jebot Jeng waktu baru2 merit, maklum masih blom biasa ngeladenin komen macem2 skarang ma udah sabodo teing, mendingan ngurusin anak gw deh daripada ngurusin komen2 nggak jelas hehehehe.
bettyboop37 wrote on Apr 6
Siip deh mba.......ma'af ya jangan tersinggung dengan comment gw......
Emang sih gw juga suka denger istilah itu...
mjrohn wrote on Apr 6
Siip deh mba.......ma'af ya jangan tersinggung dengan comment gw......
Emang sih gw juga suka denger istilah itu...
Nggak kesinggung kok Mbak cuman klarifikasi sedikit aja ^_^
lwessel wrote on Apr 6
Salam kenal dari California,...

Komentar semacam itu memang selalu akan kita dengar.
Kebanyakan mereka yang memberi komentar sebetulnya hanya ingin "memancing" reaksi kita...
The best solution is just ignore them....it is hard..!!!'coz we heard that over and over again... but they only want to make you upset ....that's what they really want.

Have a good day !!
mjrohn wrote on Apr 6
lwessel said
Salam kenal dari California,...

Komentar semacam itu memang selalu akan kita dengar.
Kebanyakan mereka yang memberi komentar sebetulnya hanya ingin "memancing" reaksi kita...
The best solution is just ignore them....it is hard..!!!'coz we heard that over and over again... but they only want to make you upset ....that's what they really want.

Have a good day !!
Salam kenal kembali dari Alabama, Mbak.

Emang bener yah kalo di ladenin nggak akan ada abisnya. I am more able to control my emotion now compare to when we were newly wed, I could even ignore those kinds of comments that come from some relatives LOL.

Thanks for sharing your thoughts Mbak & have a great Sunday evening. ^_^
indahgumert wrote on Apr 6
sabar bu, ketemuan yukkkk hehe...
awhitecallalily wrote on Apr 6
Dr awal aku udah bilang ke suami (& juga mengerti) bhw akan ada pandangan & omongan yg kurang menyenangkan mengenai wanita Indonesia yg menikah dgn WNA. Suami aku bilang: bukan hanya di Indonesia, tp di negara2 Asia lainnya juga. Yg menjalani kehidupan adalah kita, bukan mereka yg mengatur kehidupan kita. Jadi jgn biarkan mereka mengintimidasi kita.

Have a nice evening, Reen.

annedowns wrote on Apr 6
Yen, numpang baca dulu yak....panjang bener yak...hehehhehe.... thanks for sharing... Pokoke kudu ketemuan di JKT yak....miss ya girl...
estimiguelariel wrote on Apr 6
Hello Oyen, been there done that .. kadang2 komentar yg nyeleneh & bikin sakit hati kayak gini memang lebih baik dilupakan, tidak semua orang memiliki sudut pandang yg sama dgn kita, they too busy with their own routine that slightly different lifestyle is a big thing for them .. I can sense jealousy too in her comment to you so just ignore it .. you have exciting time ahead of you .. life goes on.
mjrohn wrote on Apr 6
sabar bu, ketemuan yukkkk hehe...
Nyooook!
mjrohn wrote on Apr 6
Dr awal aku udah bilang ke suami (& juga mengerti) bhw akan ada pandangan & omongan yg kurang menyenangkan mengenai wanita Indonesia yg menikah dgn WNA. Suami aku bilang: bukan hanya di Indonesia, tp di negara2 Asia lainnya juga. Yg menjalani kehidupan adalah kita, bukan mereka yg mengatur kehidupan kita. Jadi jgn biarkan mereka mengintimidasi kita.

Have a nice evening, Reen.

Iya Agni, it's a sad but true generalization that others have and there's no way one could change it overnight. Smoga nanti suatu saat bisa ada perubahan yah. Meantime, aku setuju sama apa yg Agni tulis! Hidup aja udah susah kalo mikirin omongan orang mah bisa gila juga lama2 hehehehe.

Enjoy the rest of your Sunday Agni & makasih udah share pandangannya. ^_^
mjrohn wrote on Apr 6
Yen, numpang baca dulu yak....panjang bener yak...hehehhehe.... thanks for sharing... Pokoke kudu ketemuan di JKT yak....miss ya girl...
Mangga 'Ceu!
Kudu ketemuan mah, kmaren ktemu di Houston pan bentaran pisan.
Miss you too Ne!
mjrohn wrote on Apr 6
they too busy with their own routine that slightly different lifestyle is a big thing for them
I love what you wrote Esti! It's so true yet sad at the same time because in a country where there are thousands of different cultures, intercultural marriage sometimes still makes them think the worst of the women (especially).
Thanks for sharing your thoughts Esti. This is a really old blog actually LOL.
See you soon in Jakarta! ^_^
leebra1978 wrote on Apr 7
thanks for sharing your experience Yen, let them "talk" what ever they want, and that's all they can do....
deenita wrote on Apr 7
Dicuekin aja Jeng, orang sirik tanda tak mampu....
vrilia wrote on Apr 7
Reen.. keep up the good work.. kalo kita happy mereka sirik kalo sedih di omongin haaah never end say.. anyway hidup BULE!!!! hahahaha
email nya Reen gw add di friendster yah?

lintang71 wrote on Apr 7
wuah koq sama problemnya.. aku aja yg udah bertahun2 married ama bule, ketemu temen2 SMA lagi stlh bertahun2 ngilang, pertanyaannya jg sama, dulu ketemu suami dimana? apa bedanya ketemu suami bule dgn suami indo, namanya orang kesengsem khan sama aja, bule ato gak.. tapi tetep aja pandangan mereka klo ktm nya ama bule pasti ditmpt gak bener aja... kek ginian jd bikin mundur bwt reuni sma.. eh btw salam kenal, sorry ya jadi ikutan curhat..
thebiologist wrote on Apr 7
I got those experiences from my male friend. It's funny though, his sister got married w/ ducth man. I guess he's been so pathetic.
mjrohn wrote on Apr 7
thanks for sharing your experience Yen, let them "talk" what ever they want, and that's all they can do....
Your welcome Lena it's a great thing to hear others' experience too. ^_^
mjrohn wrote on Apr 7
deenita said
Dicuekin aja Jeng, orang sirik tanda tak mampu....
Hehehehe iya Mbak sekarang sih telinga udah kebal kok ^_^
mjrohn wrote on Apr 7
vrilia said
Reen.. keep up the good work.. kalo kita happy mereka sirik kalo sedih di omongin haaah never end say.. anyway hidup BULE!!!! hahahaha
email nya Reen gw add di friendster yah?

You could never please everyone! Betul yg lu bilang say, happy disirikin, susah di omongin hehehehehe.
Emailnya gw PM aja yah Vi.
mjrohn wrote on Apr 7
wuah koq sama problemnya.. aku aja yg udah bertahun2 married ama bule, ketemu temen2 SMA lagi stlh bertahun2 ngilang, pertanyaannya jg sama, dulu ketemu suami dimana? apa bedanya ketemu suami bule dgn suami indo, namanya orang kesengsem khan sama aja, bule ato gak.. tapi tetep aja pandangan mereka klo ktm nya ama bule pasti ditmpt gak bener aja... kek ginian jd bikin mundur bwt reuni sma.. eh btw salam kenal, sorry ya jadi ikutan curhat..
Salam kenal balik Lintang, nggak papa curhat mumpung topiknya pas. Gw blom pernah ikutan reuni SMA tapi mungkin pertanyaan2an mereka nggak akan jauh beda kali yah, ketemu suami di mana, dll, dsb sementara di sini orang2 nggak ada yg pernah nanya2 soal begituan. Mo ktemunya di mana juga sebenernya nggak relevan banget deh. Usil aja kali pengen tau hehehehe. Anyway, thanks udah sharing yah.
mjrohn wrote on Apr 7
I got those experiences from my male friend. It's funny though, his sister got married w/ ducth man. I guess he's been so pathetic.
Now that's a big hypocrite or what? LOL Thanks for sharing Sera.
cqtbox wrote on Apr 7
Hihihi.. ntar kalo ada anak... komentar lain juga banyak...
anaknya lucu..kayak bule.. kayak bapaknya sih... *lho...gue juga cantikkk *mo marrah. *sambil ge er.. hhihihi...
or..
wah... anaknya pinter.. kayak bapaknya... *dalam ati.. pale lu peyang.. ikke juga pinter lho.. kalik lebih pinter dari bapaknya... buahahahaha....

Udah Yen.... anteng aja.. beginian mah.. jangan dipikirin... kerut nambah gara gara hal kecil... rugiii... *0*
keluarganguyen wrote on Apr 7
hehehheee...gue baca sambil senyam senyum Yen....

Kisses buat si ganteng Alex ye
louveringo wrote on Apr 7
duh Yen... emang sebel ketemu orang yang begitu... anjing mengonggong kapilah berlalu... masuk kiri keluar kanan dah... orang begitu mah gak tau keadaan dalam RT kita gimana... yang penting kita bahagia.. yang lain mah bodo amat....
perfectblossoms wrote on Apr 7
Pusing boow..mikirin orang2 yg usil, biarin ajalah mereka yg dosa ya gak?. Yg penting kitanya adem ayem & bahagia.
deefinks wrote on Apr 7, edited on Apr 7
hehehe...bener kata mbak Chiq, kalo ada anak dibilang cakep coz turunan bapake yg bule. Lah kita pan juga cantik...huhahahaha. Laki gwe juga ogah kok sama cewek asia "kagak kece"...lol. Cuek aje yen, gwe juga pacaran sama wong bule pernah, wong indo pernah, wong cina juga pernah. Tapi yg klop cuma sama yg ini...udah pilihan 'teman tidur' sekali sampe mokat. Makanya wkt pemilihan di-seleksi bener..huhahaha. Kalo bikin boring, lewat. Kita cari yg 'click' so sampe tua liat mukanya n kelakuannya bikin gwe turn on setiap saat...lol. Org ngomong apa gak ngaruh dah ke gwe...hahaha
me65an wrote on Apr 7
Artikelnya menarik sekali utk dibaca .....
Salam kenal ya ...
babyscotty wrote on Apr 8
Seru banget nih Yen... kita termasuk mix marriage ya...hehehe..
so far sih gue belum apa yang jail temen or saudara yang kasih comment nga enak... abis gue galak kali ya...hahaha...
paling2 waktu kita ke Bali waktu itu gue hamil 6 bulanan..biasa deh itu cowo2 Indo pada jail ngatain gue... gue sih nga di dengerin malah bikin mereka kesel kalo kita cuekin say... lah ngapain di dengerin wong gue kenal juga engga...
aranolein wrote on May 15
Anjing menggonggong kafilah berlalu :) Salam dari Jakarta!
khadijah1 wrote on Jun 20
salam kenal dari louisville,maureen. jangan teralu diambil pusing ah, emang nyakitin, karena saya juga banyak ngalamin yang kayak gitu, sekarang sih kayaknya udah biasa jadi ngga terlalu ditanggapin...;)
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help