Beberapa hari yang lalu saya menerima message di Friendster dari seorang teman lama yang dulu sekantor di Jakarta. Awalnya hati senang karena sudah lama nggak dengar kabar dari dia. Sehari setelah saya balas message-nya itu, muncullah pesan yang bikin kening sedikit berkerut. "Wah enak yeee.....di NY tinggal dimane loe ? Visanya gimana ? 5 years multiply entry ? kapan neh balik Indo ? hehehehehehehehe green card dong khan suami loe org sono hehehehehe" Walaupun baru menjalani kehidupan rumah tangga selama 2 bulan setelah masa pacaran setahun, isi pesan di atas rasanya sedikit kelewatan (or maybe I'm just being overly sensitive). Kaget...karena komentar itu datangnya dari teman kantor yang sebelumnya lumayan dekat. Sampai saat ini message itu masih 'nangkring' di Inbox karena rasanya speechless. Secara kebetulan saya 'menemukan' tulisan Shinta & Monica. Membaca tulisan mereka membuat hati tergerak untuk 'curhat' karena ternyata hampir semua perempuan Indonesia yang bersuamikan warga negara asing mengalami hal yang sama. Tragis... Sebelum menikah, saya sudah sadar betul tentang labelling yang beredar mengenai perempuan Indonesia yang berhubungan dengan 'bule' (sesuai istilah pasaran). Bahkan jauh sebelum saya kenal dengan suami omongan-omongan miring itu sering saya dengar tapi sebelumnya tidak pernah saya ambil pusing karena dalam hati saya selalu berpikiran selama keluarga (khususnya orang tua) tidak protes atau merasa terganggu bodo amat dengan omongan-omongan itu. Memang ada masa-masa di mana hal itu bikin hati panas seperti yang terjadi di Planet Hollywood beberapa tahun yang lalu saat saya dan teman-teman kantor makan malam bersama. Tidak disangka saya berpapasan dengan seorang mantan pacar yang notabene warga negara Australia. Berhubung sudah lama tidak bertemu, si mantan menghampiri saya just to say hi. Shook hands plus cium pipi buat saya biasa tapi mungkin sedikit too much buat teman-teman kantor. Setelah si mantan pergi, salah seorang teman berkomentar "Mantan lu Reen? Apa gak takut dikatain ayam?". Bagaimana hati tidak panas kalau komentar sedangkal itu keluar dari teman sendiri? Saya hanya bisa menjawab "Apa lu nggak bisa nilai sendiri mana yang ayam mana yang bukan?" Mungkin nada bicara saya sudah sedikit meninggi sehingga salah seorang sahabat menendang kaki saya di bawah meja dengan harapan saya tidak terbawa emosi (maklum Ambon! LOL). Berhubung dulu pekerjaan saya di apartment bintang lima membuat saya dan teman-teman sekantor sudah terbiasa melihat pemangsa-pemangsa 'bule' berkeliaran dan bahkan memperlakukan kami dengan angkuh, tidak berarti semua teman-teman saya bisa membedakan antara mereka dan perempuan baik-baik yang kebetulan berjodoh dengan pria asing. Kadang-kadang saat 'curhat' dengan sahabat-sahabat dekat, saya sering menyesalkan tingkah laku 'mereka' yang terlalu over-acting, dressed like they just got out of "Bats" alias kurang bahan, dll...yang membenarkan pelabelan dari masyarakat dan bagaimana hal-hal kecil seperti itu membuat masyarakat memandang semua perempuan Indonesia yang berpacaran atau bersuamikan pria asing sama saja. Tidak semua orang bisa atau mau membedakan antara perempuan baik-baik dan bukan. Tidak berarti saya mau angkuh atau menghakimi, tapi karena saya grew up in a small mining town where there were lots of these girls around, saya jadi terbiasa & lebih bisa membedakan mana yang benar-benar 'love' dari yang hanya 'lust & money'. Itu hanya segelintir perlakuan 'hantam kromo' yang harus saya terima sehubungan dengan pilihan 'mengencani' pria-pria yang bukan warga Indonesia sebelum saya menikah. Tidak sedikit yang bertanya "Emangnya udah nggak ada cowok Indo yang bener?". Well...pertanyaan seperti itu lebih banyak keluar dari mulut orang-orang yang tidak mengenal saya pribadi secara mendalam dan saya selalu merasa itu hal yang terlalu pribadi untuk diumbar-umbar. Why should I justify my choices in life to anyone but God? Bukan saya tidak pernah berpacaran dengan pria Indo...oh pernah! Buat saya, tidak perduli warna kulitnya seperti apa yang paling penting warna hati orang itu...Disakiti pria lokal dan pria 'bule' pun pernah kok saya alami. Jadi urusan pilihan hati tidak hubungannya dengan warna kulit! Sekarang status bersuamikan 'bule' memang membawa komentar-komentar yang kadang bikin hati sebal. "Suami lu kan bule"...dll. Kulitnya memang putih tapi kalau mengutip lirik band rock di Indonesia yang sempat populer "Bule juga manusia" (aslinya: rocker juga manusia...). Suamiku juga manusia dengan segala permasalahan hidup yang manusiawi banget. Pergumulan kehidupan rumah-tangga kami juga manusiawi, hanya saja bedanya suami datang dari latar belakang budaya yang berbeda. Menikah dengan bule juga bukan lantas kami punya pohon duit di belakang rumah. Saat suami datang melamar di Jakarta, dia juga sadar banyak mata menatap dari ujung rambut hingga ujung kaki bahkan pandangan menghakimi yang kami terima. Terus terang saya tidak terlalu memperdulikan 'staring'-an itu karena saya merasa tidak berpakaian minim atau berkelakuan over-acting. Tapi tentu saja suami yang tidak begitu paham mengenai pelabelan itu harus saya beri pengertian and Thanks God, suami bisa memahami paradigma yang beredar dengan satu syarat..."As long as they don't say anything rude infront of my face about us..." hahaha. One thing I learn from all this...Tidak mungkin merubah cara pandang masyarakat yang terlanjur berkonotasi negatif tapi saya jadi makin sadar bahwa masih akan ada (mungkin lebih) omongan-omongan dan komentar-komentar seperti yang saya terima dari ex-teman kantor itu di masa depan. Yang paling penting orang tua tahu siapa saya yang sebenarnya dan mereka tidak pernah menghakimi. I'll just keep being my self and others may judge me the way they wanted to. The real judgement doesn't come from them!
 | I know it hurts when it comes from friends that we think know us better. Unfortunately, you will recieve few messages like that in the future before it dies down. Oyen, gue belum ketemu muka ama keluarga besar bokap and nyokap setelah married karena belum ada rencana ke Malang, tapi sebelum itu mereka udah tahu waktu kita pacaran. Terus terang kepingin tahu juga komentar mereka kalau udah ketemu muka. It could be something hurtful, or something positive, I don't know. Bring it on. :) I'm more than ready with answers too. It does not bother me as much anymore (about the comments), but somehow I'm still struggling convincing my husband to go with me to Indonesia ...ha...ha...ha... Nyalinya udah ciut aja setelah denger bom sana-sini. Good luck girl. You'll have more stuffs to worry than just comments from your old acquaintances. |
 | ha ha ha....memang, hidup ini kalo di analisa tambah ruwet, take it easy ajah....orang boleh komentar dan me-label kita apa saja, kita mensikapinya dengan positive. Saya rasa komentar yg miring2 kayak gitu'kan datengnya dari orang yg "miring" juga, he he he he.....hidup ini terlalu indah untuk diusik oleh gunjingan dari orang2 yg tidak tidak bertanggung jawab.
Miss ya girl!!!
|
 | hi & greetings, salam kenal. Its best to just ignore those people that have 'tunnel vision' alias berpikiran picik towards 'Mrs. Bule', kadang kala bukan hanya 'orang awam' yg menghakimi si mrs.bule - bahkan sesama mrs. bule juga begitu. Anggap aja angin lalu, masuk kuping kiri keluar kuping kanan. |
 | imeii wrote on Nov 15, '05 kita kayaknya kejepit di tengah2 deh 'yen, dinegeri sendiri diomongin baik miring maupun yg positip, disini juga diomongin, kita pernah ngobrol ama temen si abang ttg Asian women yg married ama Americans, katanya kebanyakan bule2 yg mau married ama kita2 krn kita ini lebih obedient, lebih gampang diatur dan manut2 aja, lha kok....dan sebaliknya asians mau maried ama americans krn mau nyari kehidupan yg lebih baik dan anggapan mereka tuh kita2 mau morotin hartanya aja dgn istilah "dollar goes further to her family", ini juga penghinaan yg hantam kromo, padahal ngga semuanya begitu kan..... sabar aja 'yen, semuanya terpulang pada diri kita sendiri, no body is perfect, yg ngomongin baiknya ngaca dulu, yg diomongin juga kudu intropeksi diri, emang resep 'cuek bebek' lah yg paling mujarab |
 | kita kayaknya kejepit di tengah2 deh 'yen, dinegeri sendiri diomongin baik miring maupun yg positip, disini juga diomongin, kita pernah ngobrol ama temen si abang ttg Asian women yg married ama Americans, katanya kebanyakan bule2 yg mau married ama kita2 krn kita ini lebih obedient, lebih gampang diatur dan manut2 aja, lha kok....dan sebaliknya asians mau maried ama americans krn mau nyari kehidupan yg lebih baik dan anggapan mereka tuh kita2 mau morotin hartanya aja dgn istilah "dollar goes further to her family", ini juga penghinaan yg hantam kromo, padahal ngga semuanya begitu kan..... sabar aja 'yen, semuanya terpulang pada diri kita sendiri, no body is perfect, yg ngomongin baiknya ngaca dulu, yg diomongin juga kudu intropeksi diri, emang resep 'cuek bebek' lah yg paling mujarab  Aduuuh Mpo Mei...so sorry to hear that yah. Emang kadang-kadang nge-judge itu terlalu gampang ya tanpa mau mengenal kita dulu. Bener banget tuh Mpok, resep 'cuek bebek' yg ampuh! Makasih ya Mpo buat masukannya. Luv ya! |
 | i'm speechless say..hhehehe.. nurut aja seperti kata Shinta.. ga usah diambil pusing. toh yg ngejalanin kita ini. biar kan saja orng mau bilang apa hanya TUhan yg tahu . ( dah kayak syair lagu ya Yen hehe) just so you know.. You are not alone.
hugs and kisses, Yuni |
 | Oyen,...Just ignore it that;s all...Some people live in indonesia, they don't know what they are talking about...They like to judge indonesian woman married / walking with Foreigner as negative thinking in their mind...They just waste their time !!... |
 | I know it hurts when it comes from friends that we think know us better. Unfortunately, you will recieve few messages like that in the future before it dies down. Oyen, gue belum ketemu muka ama keluarga besar bokap and nyokap setelah married karena belum ada rencana ke Malang, tapi sebelum itu mereka udah tahu waktu kita pacaran. Terus terang kepingin tahu juga komentar mereka kalau udah ketemu muka. It could be something hurtful, or something positive, I don't know. Bring it on. :) I'm more than ready with answers too. It does not bother me as much anymore (about the comments), but somehow I'm still struggling convincing my husband to go with me to Indonesia ...ha...ha...ha... Nyalinya udah ciut aja setelah denger bom sana-sini. Good luck girl. You'll have more stuffs to worry than just comments from your old acquaintances.  Dear Oyen en Shinta, sama gw juga ngalamin hal yg sama baik dari teman dekat ampe keluarga, yg paling bikin sakit ati malah justru keluarga dekat, asal buka mulut doang waktu gw telpon pas Natalan tahun lalu..... "kirimin gw tiket dunks kan laki elo bule "?????? "kan gaji laki elo dollar coba dirupiahin kan gede ?????" ya ampun dikata kita gak makan en bayar rent kali disini yah... trus tahun lalu laki gw yg inisiatif kirim kartu natal, ehhh.....dibaca doang en gak dibaw pulang, padahal gw kasih atu2 perkeluarga bo!!! gw cuman bisa ngelus dada Yen.
Akhirnya nyokap gw saking kesel en gondoknya saranin ke kita "next time gak usah ngirim2 kartu lagi kemereka". Gw en suami kan pengennya tuh terus ngejalin silaturahmi ama mereka2 malah ditanggepin gitu, akhirnya cuman bikin malu gw doang didepan suami gw.
Sorry nih Yen en Shinta jadi rada curhat :) :) gw cuman pengen share dikit nih, who knows ada omongan miring juga dari pihak keluarga jadi elo yah rada maklum yah ^_^ miss you @};- |
 | yen kalo gue mah suami saya bule so..... siap siap jadi babu, supir, , tukang kebun , ...sgala macam jabatan diborong semua =)) |
 | ikut komentar yaaa..
Kalau aku yang jelas paling BT kalau ada yang bilang 'Oh, pantes aja suaminya bule sih, anaknya lucu...'
Lho...yg bikin anak lucu (ALhamdulillah kalau lucu..), bukan cuma pihak bulenya dweh, pihak Indonesia nya juga bukan??? Sadar gak sih, kalau komentar seperti ini kesannya koq jadi ngerendahin diri mereka sendiri (orang Indonesia)...... |
| Yang paling penting orang tua tahu siapa saya yang sebenarnya dan mereka tidak pernah menghakimi. I'll just keep being my self and others may judge me the way they wanted to. The real judgement doesn't come from them!  ini emang prinsip gw Yen dari dulu. selama orang tua ga komplen, so what gituh loh.. yg tau qta itu kan hanya qta, ortu dan temen² deket. yang lainnya mao ngomong apa, sabodo ahmad.
tapi emang ada asep karena ada api. banyak orang punya pikiran negatif sama wanita² Indonesia yang nikah sama pria asing, karena banyak juga yg aneh. dan juga jadi susah buat diapus. |
| punya istri bule capek lagi, jembatani perbedaan kultur, budaya, bahasa buat beberapa orang, jadi capek ahh ngurusin omongan orang, mending ngurusin rumah tangga sendiri aja deh. Klo orang nanya atau ngomong yg aneh2... mind your own mind business!! Take care Oyen darling.... |
 | aku juga sami mawon say, but who cares... i care about my family than those people who talk about my family...so go oyen... |
 | Adduuhh jeng Oyeenn... biarkan anjing menggongong org kece berlalu..ha..ha..ha jgn ambil pusing jeng Oyen, yg menajalankan kita biar aja mrk mau ngomong segala macem yg penting niat kita baik drpd org yg munafik... cape deeehh yg penting kita punya keluarga yg mencintai kita dan sahabat2 yg care sama kita.. tul nggak jeng Oyen... |
 | Siip deh mba.......ma'af ya jangan tersinggung dengan comment gw...... Emang sih gw juga suka denger istilah itu... |
 | Salam kenal dari California,...
Komentar semacam itu memang selalu akan kita dengar. Kebanyakan mereka yang memberi komentar sebetulnya hanya ingin "memancing" reaksi kita... The best solution is just ignore them....it is hard..!!!'coz we heard that over and over again... but they only want to make you upset ....that's what they really want.
Have a good day !! |
 | sabar bu, ketemuan yukkkk hehe... |
 | Dr awal aku udah bilang ke suami (& juga mengerti) bhw akan ada pandangan & omongan yg kurang menyenangkan mengenai wanita Indonesia yg menikah dgn WNA. Suami aku bilang: bukan hanya di Indonesia, tp di negara2 Asia lainnya juga. Yg menjalani kehidupan adalah kita, bukan mereka yg mengatur kehidupan kita. Jadi jgn biarkan mereka mengintimidasi kita.
Have a nice evening, Reen.
|
 | Yen, numpang baca dulu yak....panjang bener yak...hehehhehe.... thanks for sharing... Pokoke kudu ketemuan di JKT yak....miss ya girl... |
 | Hello Oyen, been there done that .. kadang2 komentar yg nyeleneh & bikin sakit hati kayak gini memang lebih baik dilupakan, tidak semua orang memiliki sudut pandang yg sama dgn kita, they too busy with their own routine that slightly different lifestyle is a big thing for them .. I can sense jealousy too in her comment to you so just ignore it .. you have exciting time ahead of you .. life goes on. |
 | thanks for sharing your experience Yen, let them "talk" what ever they want, and that's all they can do.... |
 | Dicuekin aja Jeng, orang sirik tanda tak mampu.... |
 | Reen.. keep up the good work.. kalo kita happy mereka sirik kalo sedih di omongin haaah never end say.. anyway hidup BULE!!!! hahahaha email nya Reen gw add di friendster yah?
|
 | wuah koq sama problemnya.. aku aja yg udah bertahun2 married ama bule, ketemu temen2 SMA lagi stlh bertahun2 ngilang, pertanyaannya jg sama, dulu ketemu suami dimana? apa bedanya ketemu suami bule dgn suami indo, namanya orang kesengsem khan sama aja, bule ato gak.. tapi tetep aja pandangan mereka klo ktm nya ama bule pasti ditmpt gak bener aja... kek ginian jd bikin mundur bwt reuni sma.. eh btw salam kenal, sorry ya jadi ikutan curhat.. |
 | I got those experiences from my male friend. It's funny though, his sister got married w/ ducth man. I guess he's been so pathetic. |
 | wuah koq sama problemnya.. aku aja yg udah bertahun2 married ama bule, ketemu temen2 SMA lagi stlh bertahun2 ngilang, pertanyaannya jg sama, dulu ketemu suami dimana? apa bedanya ketemu suami bule dgn suami indo, namanya orang kesengsem khan sama aja, bule ato gak.. tapi tetep aja pandangan mereka klo ktm nya ama bule pasti ditmpt gak bener aja... kek ginian jd bikin mundur bwt reuni sma.. eh btw salam kenal, sorry ya jadi ikutan curhat..  Salam kenal balik Lintang, nggak papa curhat mumpung topiknya pas. Gw blom pernah ikutan reuni SMA tapi mungkin pertanyaan2an mereka nggak akan jauh beda kali yah, ketemu suami di mana, dll, dsb sementara di sini orang2 nggak ada yg pernah nanya2 soal begituan. Mo ktemunya di mana juga sebenernya nggak relevan banget deh. Usil aja kali pengen tau hehehehe. Anyway, thanks udah sharing yah. |
 | Hihihi.. ntar kalo ada anak... komentar lain juga banyak... anaknya lucu..kayak bule.. kayak bapaknya sih... *lho...gue juga cantikkk *mo marrah. *sambil ge er.. hhihihi... or.. wah... anaknya pinter.. kayak bapaknya... *dalam ati.. pale lu peyang.. ikke juga pinter lho.. kalik lebih pinter dari bapaknya... buahahahaha....
Udah Yen.... anteng aja.. beginian mah.. jangan dipikirin... kerut nambah gara gara hal kecil... rugiii... *0* |
 | hehehheee...gue baca sambil senyam senyum Yen....
Kisses buat si ganteng Alex ye |
| duh Yen... emang sebel ketemu orang yang begitu... anjing mengonggong kapilah berlalu... masuk kiri keluar kanan dah... orang begitu mah gak tau keadaan dalam RT kita gimana... yang penting kita bahagia.. yang lain mah bodo amat.... |
 | Pusing boow..mikirin orang2 yg usil, biarin ajalah mereka yg dosa ya gak?. Yg penting kitanya adem ayem & bahagia. |
 | deefinks wrote on Apr 7, edited on Apr 7 hehehe...bener kata mbak Chiq, kalo ada anak dibilang cakep coz turunan bapake yg bule. Lah kita pan juga cantik...huhahahaha. Laki gwe juga ogah kok sama cewek asia "kagak kece"...lol. Cuek aje yen, gwe juga pacaran sama wong bule pernah, wong indo pernah, wong cina juga pernah. Tapi yg klop cuma sama yg ini...udah pilihan 'teman tidur' sekali sampe mokat. Makanya wkt pemilihan di-seleksi bener..huhahaha. Kalo bikin boring, lewat. Kita cari yg 'click' so sampe tua liat mukanya n kelakuannya bikin gwe turn on setiap saat...lol. Org ngomong apa gak ngaruh dah ke gwe...hahaha |
 | Artikelnya menarik sekali utk dibaca ..... Salam kenal ya ... |
 | Seru banget nih Yen... kita termasuk mix marriage ya...hehehe.. so far sih gue belum apa yang jail temen or saudara yang kasih comment nga enak... abis gue galak kali ya...hahaha... paling2 waktu kita ke Bali waktu itu gue hamil 6 bulanan..biasa deh itu cowo2 Indo pada jail ngatain gue... gue sih nga di dengerin malah bikin mereka kesel kalo kita cuekin say... lah ngapain di dengerin wong gue kenal juga engga... |
 | Anjing menggonggong kafilah berlalu :) Salam dari Jakarta! |
 | salam kenal dari louisville,maureen. jangan teralu diambil pusing ah, emang nyakitin, karena saya juga banyak ngalamin yang kayak gitu, sekarang sih kayaknya udah biasa jadi ngga terlalu ditanggapin...;) |
| |